Sitemap XML Generator Gratis: Buat sitemap.xml Tanpa Ribet
Masukkan alamat website kamu dan dapatkan berkas sitemap.xml yang mengikuti format sitemaps.org. Salin atau unduh hasilnya, unggah ke akar domain, lalu daftarkan di Google Search Console.
- Gratis dan tanpa daftar akun
- Format XML sesuai protokol sitemaps.org
- Hasil bisa disalin dan diunduh, data tidak disimpan
Empat langkah dari alamat sampai terpasang
Masukkan alamat website
Tulis alamat lengkap dengan https:// dan versi domain yang kanonis, misalnya dengan atau tanpa www sesuai yang kamu pakai.
Periksa hasilnya
Lihat daftar URL yang dihasilkan. Pastikan hanya halaman kanonis yang bisa diindeks: status 200, tidak noindex, dan bukan redirect.
Salin atau unduh
Salin isi sitemap atau unduh sebagai berkas sitemap.xml.
Pasang dan daftarkan
Unggah berkas ke akar domain, kirim di menu Sitemap Google Search Console, dan tambahkan baris Sitemap: di robots.txt.
Apa itu sitemap XML?
Sitemap XML adalah berkas yang berisi daftar URL yang kamu ingin ditemukan mesin pencari. Formatnya mengikuti protokol sitemaps.org. Setiap URL dibungkus elemen url, dengan loc sebagai alamat lengkap (wajib) dan lastmod sebagai tanggal perubahan terakhir (opsional).
Satu berkas sitemap dibatasi 50.000 URL dan 50 MB tanpa kompresi. Situs yang lebih besar memakai beberapa sitemap yang dikumpulkan dalam satu sitemap index.
Sitemap adalah petunjuk, bukan perintah. Ia tidak menjamin sebuah URL terindeks, dan hanya URL kanonis yang bisa diindeks (status 200, tidak noindex, bukan redirect) yang layak masuk. Google mengabaikan priority dan changefreq, sedangkan lastmod berguna kalau akurat. Setelah berkas terpasang, daftarkan di Search Console dan tambahkan baris Sitemap: di robots.txt.
Yang perlu dilakukan dan dihindari
Lakukan
- Masukkan hanya URL kanonis dengan status 200 yang bisa diindeks
- Isi lastmod hanya kalau tanggalnya mencerminkan perubahan konten yang nyata
- Pakai URL absolut yang persis sama dengan versi kanonisnya, termasuk https dan www
- Daftarkan sitemap di Search Console dan tambahkan baris Sitemap: di robots.txt
- Perbarui sitemap setiap kali halaman ditambah, dihapus, atau berganti alamat
Hindari
- URL yang redirect, 404, atau bertanda noindex
- URL yang diblokir robots.txt, karena sinyalnya bertentangan dengan sitemap
- Mengisi lastmod dengan tanggal hari ini untuk semua halaman
- Mengharapkan priority atau changefreq membuat peringkat naik
- Menaruh lebih dari 50.000 URL atau melewati 50 MB dalam satu berkas
Jebakan yang sebaiknya kamu lewati
Mengira sitemap sama dengan terindeks
Sitemap hanya membantu penemuan URL. Halaman tipis atau duplikat tetap bisa tidak diindeks meski ada di sitemap.
Versi URL yang tidak konsisten
Sitemap berisi alamat http atau non-www padahal situs kamu memakai https dan www. Mesin pencari harus menebak mana yang kanonis.
Lupa memperbarui setelah perubahan besar
Setelah migrasi atau ganti struktur URL, sitemap lama berisi alamat yang sudah redirect atau hilang.
Salah tempat
Sitemap di subfolder hanya bisa mencantumkan URL di bawah folder itu. Untuk seluruh situs, letakkan di akar domain.
Alat gratis lainnya
llms.txt Generator
Susun draf llms.txt berformat Markdown untuk akar domain kamu.
Pakai alatRobots.txt Generator
Tulis robots.txt dengan aturan crawler, termasuk crawler AI.
Pakai alatSchema Generator
Hasilkan markup schema JSON-LD untuk banyak jenis konten.
Pakai alatSite Audit
Audit SEO satu halaman plus berkas pendukung domain, dengan laporan PDF dan JSON.
Pakai alatMau paham SEO dari dasar?
Alat membantu menyiapkan berkas, tetapi hasil terbaik datang dari pemahaman. Lihat kursus SEO dari nol.
FAQ sitemap xml generator
Apa bedanya sitemap XML dan sitemap HTML?
Sitemap XML ditulis untuk mesin pencari dan berisi daftar URL dalam format protokol sitemaps.org. Sitemap HTML adalah halaman biasa berisi tautan yang dibuat untuk pengunjung. Keduanya bisa ada bersamaan, tetapi hanya sitemap XML yang didaftarkan ke Search Console.
Apakah sitemap menjamin halaman saya terindeks?
Tidak. Sitemap hanya membantu mesin pencari menemukan URL. Apakah sebuah halaman diindeks tetap bergantung pada kualitas konten, kemampuan diakses, dan penilaian mesin pencari.
Apakah website saya wajib punya sitemap?
Tidak wajib. Situs kecil yang tertaut rapi biasanya tetap bisa ditemukan. Sitemap lebih berguna untuk situs baru, situs besar, atau situs yang punya halaman yang sulit dijangkau lewat tautan. Kalau kamu memakai WordPress dengan plugin SEO, sitemap biasanya sudah dibuat otomatis, jadi cek dulu supaya tidak ada dua sitemap yang saling bertentangan.
Apakah priority dan changefreq perlu diisi?
Tidak perlu. Google mengabaikan keduanya, jadi mengisinya tidak membuat peringkat naik. Elemen lastmod lebih berguna, asalkan tanggalnya akurat dan hanya berubah saat konten benar-benar berubah.
Berapa banyak URL yang boleh ada dalam satu sitemap?
Satu berkas sitemap maksimal berisi 50.000 URL dan berukuran maksimal 50 MB tanpa kompresi. Kalau situs kamu melewati batas itu, pecah menjadi beberapa sitemap dan kumpulkan dalam satu sitemap index.
Di mana sebaiknya sitemap.xml diletakkan?
Letakkan di akar domain, misalnya https://domainkamu.com/sitemap.xml, supaya mencakup seluruh URL situs. Sitemap yang diletakkan di subfolder hanya bisa mencantumkan URL di bawah folder itu.
Bagaimana cara mendaftarkan sitemap ke Google?
Buka Google Search Console, pilih properti situs kamu, masuk ke menu Sitemap, masukkan alamat berkas sitemap, lalu kirim. Kamu juga bisa menambahkan baris Sitemap: diikuti alamat lengkapnya di robots.txt.
Apakah URL yang saya masukkan ke alat ini disimpan?
Tidak. Alat ini dikerjakan oleh server ditnov.com dan hanya URL yang kamu masukkan yang dikirim untuk diproses. Tidak ada data yang disimpan. Ada batas pemakaian yang wajar supaya alat tetap gratis untuk semua orang.
Buat sitemap.xml sekarang
Masukkan alamat website, periksa hasilnya, lalu pasang di akar domain dan daftarkan di Search Console.