Jawaban Singkat
Riset keyword adalah proses memahami istilah yang dicari audiens, tujuan di balik pencarian, dan halaman yang paling tepat untuk menjawabnya. Mulailah dari produk, layanan, serta pertanyaan pelanggan; kembangkan ide kata kunci; periksa hasil pencarian; lalu kelompokkan dan petakan pilihan terbaik ke halaman website atau rencana konten.
Ditnov.com – Riset keyword adalah proses mencari dan menilai kata kunci berdasarkan kebutuhan audiens, maksud pencarian, dan tujuan bisnis. Untuk melakukannya, mulai dari pertanyaan pelanggan, kembangkan ide kata kunci, periksa hasil pencarian Google, lalu kelompokkan pilihan yang relevan ke halaman website atau rencana konten.
Daftar Isi33 bagian
Apa itu riset keyword dan apa yang dimaksud dengan SEO keywords?
Riset keyword adalah proses memahami istilah yang dicari audiens sekaligus konteks di balik pencarian tersebut. Hasilnya membantu kamu menentukan halaman yang perlu dibuat atau diperbaiki agar lebih sesuai dengan kebutuhan pencari.

Seedbacklink
Marketplace backlink dan content placement dengan 55.000+ media, blog, dan KOL Indonesia
Kelebihan
- 55.000+ media, KOL, dan blog yang bergabung
- Satu platform untuk backlink, artikel sponsor, liputan media, press release, KOL, dan homeless media
- Pembayaran lengkap: kartu kredit, PayPal, transfer bank, e-wallet, sampai Alfamart dan Indomaret
Kekurangan
- Kualitas situs bervariasi, perlu cek DA dan trafik sendiri
- Harga ditentukan tiap publisher, jadi gak seragam
- Potongan 25% dari pendapatan publisher (bagi penjual)
6E12OArtikel ini memuat link affiliate. Kalau kamu daftar lewat link atau kode di atas, saya bisa dapat komisi tanpa biaya tambahan buat kamu. Review tetap ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.
Perbedaan keyword, search query, dan topik
Keyword adalah kata atau frasa yang dipertimbangkan saat menyusun konten. Search query adalah istilah yang benar-benar diketik atau diucapkan seseorang di mesin pencari, sedangkan topik adalah pokok bahasan lebih luas yang dapat mencakup beberapa keyword.
Misalnya, topik “website untuk toko online” dapat mencakup query seperti “cara membuat toko online” dan “jasa website toko online”. Frasa pertama mungkin datang dari orang yang ingin belajar, sementara frasa kedua bisa menunjukkan kebutuhan mencari penyedia jasa. Perbedaan konteks ini penting meskipun keduanya berhubungan dengan topik yang sama.
Mengapa riset keyword bukan sekadar mencari volume pencarian
SEO keywords adalah kata atau frasa yang dipertimbangkan untuk membantu halaman menjawab kebutuhan pencari. Keyword bukan istilah yang harus diulang terus-menerus; pengulangan berlebihan justru membuat tulisan terasa tidak alami dan mengganggu pembaca.
Volume pencarian dapat membantu membandingkan ide, tetapi tidak menjelaskan seluruh peluang. Keyword yang relevan dengan layanan dan menghasilkan kunjungan yang sesuai tujuan bisa lebih berguna daripada frasa populer yang tidak cocok dengan halamanmu. Saat saya mengerjakan SEO, saya melihat kecocokan kebutuhan pencari dan isi halaman sebagai bagian utama dari riset.
Riset keyword dibutuhkan untuk apa?
Riset keyword dibutuhkan untuk mengenali kebutuhan audiens, menyusun topik konten, menentukan fokus halaman, dan mencari peluang trafik yang relevan. Proses ini memberi arah sebelum kamu menginvestasikan waktu untuk menulis atau mengembangkan halaman website.
Memahami kebutuhan dan bahasa calon pelanggan
Calon pelanggan sering menjelaskan kebutuhannya dengan bahasa sehari-hari, bukan istilah teknis di dalam industri. Dengan mencatat kata yang mereka gunakan, kamu bisa membuat judul, penjelasan layanan, dan konten yang lebih mudah dipahami.
Untuk UMKM, riset sederhana dapat dimulai dari pertanyaan yang sering masuk melalui WhatsApp, percakapan dengan tim penjualan, atau masukan pelanggan setelah membeli. Catat pertanyaan apa adanya. Dari sana, kamu bisa membedakan apakah orang sedang mencari informasi, membandingkan pilihan, atau siap menghubungi bisnis.
Menentukan prioritas konten serta halaman website
Riset keyword membantu kamu menentukan apakah sebuah kebutuhan lebih tepat dijawab melalui artikel blog, halaman layanan, halaman kategori, atau FAQ. Satu website tidak perlu membuat halaman untuk setiap frasa jika beberapa pencarian memiliki maksud dan kebutuhan yang sama.

Domainesia
Hosting lokal SSD NVMe mulai Rp18 ribuan, support manusia 24 jam
Hosting Nimbus mulai Rp18.000/bulan, diskon hingga 50%, gratis domain & SSL
DITNOVArtikel ini memuat link affiliate. Kalau kamu daftar lewat link atau kode di atas, saya bisa dapat komisi tanpa biaya tambahan buat kamu. Review tetap ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.
Langkah ini juga berguna untuk menyelaraskan SEO dengan tujuan bisnis. Misalnya, artikel informasional dapat menjawab pertanyaan awal, sedangkan halaman layanan menjelaskan solusi yang tersedia. SEO dapat membantu menemukan peluang, tetapi tidak menjamin peringkat atau hasil bisnis tertentu.
Bagaimana cara mencari kata kunci untuk SEO?
Cara mencari kata kunci untuk SEO dimulai dari tujuan dan audiens, lalu dilanjutkan dengan mengembangkan ide, memeriksa SERP, serta memilih halaman yang sesuai. Jangan langsung memilih frasa dengan angka volume terbesar sebelum memahami kebutuhan yang ingin dipenuhi.
Mulai dari produk, layanan, masalah, dan pertanyaan pelanggan
Tentukan lebih dulu apa yang ingin kamu tawarkan dan siapa yang perlu menemukan website. Jika kamu punya jasa pembuatan website, misalnya, catat layanan, jenis bisnis yang dilayani, masalah yang diselesaikan, serta pertanyaan calon klien sebelum mereka memutuskan.
Riset saya biasanya dimulai dari daftar seed keyword, yaitu ide kata kunci awal yang menjadi bahan pengembangan. Tulis istilah utama seperti “website WordPress”, lalu lengkapi dengan kebutuhan nyata: membuat website, memilih hosting, mengatur toko online, atau memperbaiki halaman yang lambat.
Perluas ide menjadi kata kunci utama dan kata kunci turunan
Setelah memiliki ide dasar, kembangkan variasinya berdasarkan layanan, lokasi bila relevan, masalah, pertanyaan, dan tahap keputusan. Jangan berasumsi bahwa istilah yang menurut pemilik bisnis paling tepat adalah istilah yang digunakan pelanggan. Cocokkan pilihan dengan bahasa yang muncul dari percakapan dan hasil pencarian.

Kamu dapat mengelompokkan variasi awal ke dalam tiga jenis intent. Search intent adalah maksud seseorang saat mencari sesuatu, dan memahami maksud ini membantu kamu memilih format halaman yang tepat.
| Jenis intent | Kebutuhan pencari | Contoh bentuk halaman |
|---|---|---|
| Informasional | Memahami topik atau mencari jawaban | Artikel panduan atau tutorial |
| Komersial | Membandingkan pilihan sebelum mengambil keputusan | Halaman perbandingan atau ulasan |
| Transaksional | Mencari cara untuk membeli atau menggunakan layanan | Halaman layanan atau produk |
Periksa hasil pencarian untuk memahami maksud pencari
Buka Google dan amati halaman yang muncul untuk keyword pilihanmu. Perhatikan apakah hasilnya didominasi panduan, halaman produk, penyedia jasa, atau jenis konten lain. Halaman hasil pencarian ini dikenal sebagai SERP, singkatan dari Search Engine Results Page.
Contohnya, frasa “SEO website” bisa digunakan oleh orang yang ingin belajar maupun pemilik bisnis yang sedang mencari bantuan. Kalau hasil pencarian lebih banyak berisi panduan, artikel informasional mungkin lebih sesuai. Jika hasilnya banyak menampilkan halaman layanan, pertimbangkan halaman yang menjelaskan solusi bisnis. SERP memberi petunjuk, tetapi tetap cocokkan dengan kebutuhan audiensmu.
Bagaimana cara menemukan kata kunci dari audiens dan data yang tersedia?
Cara menemukan kata kunci yang dicari calon pelanggan adalah dengan menggabungkan percakapan langsung, saran pencarian, pengamatan kompetitor, dan data website sendiri. Tools membantu memperluas ide, tetapi tidak menggantikan pemahaman audiens dan pemeriksaan hasil pencarian.
Gali pertanyaan dari pelanggan, tim penjualan, dan komunitas
Periksa pertanyaan yang masuk melalui formulir, email, percakapan WhatsApp, atau konsultasi. Jika ada tim penjualan dan layanan pelanggan, minta contoh pertanyaan yang berulang serta istilah yang digunakan calon pelanggan saat menjelaskan masalah.
Kamu juga dapat membaca diskusi komunitas atau forum yang relevan untuk menemukan cara orang menyampaikan kebutuhan. Gunakan pertanyaan itu sebagai inspirasi, bukan alasan untuk menyalin tulisan orang lain. Catat masalah, istilah, dan tahap pengambilan keputusan yang terlihat.
Amati saran pencarian dan topik dari kompetitor
Ketik ide keyword di Google dan amati saran pencarian serta pertanyaan yang terkait. Periksa juga halaman website lain yang muncul untuk memahami topik, format, dan kebutuhan yang sudah dibahas. Tujuannya bukan menyalin kompetitor, melainkan menemukan sudut yang belum dijawab dengan baik atau konteks yang lebih dekat dengan pelangganmu.
Google Trends dapat membantu membandingkan minat terhadap istilah dan melihat perubahan tren dari waktu ke waktu. Gunakan hasilnya sebagai petunjuk, bukan satu-satunya dasar pemilihan keyword. Pembahasan khusus tentang google trends adalah bisa membantu jika kamu ingin memahami penggunaannya lebih jauh.
Google Keyword Planner dapat digunakan untuk memperoleh ide keyword dan estimasi pencarian, terutama saat menyusun daftar awal. Angka estimasi tetap perlu ditafsirkan sesuai konteks, lalu diperiksa bersama SERP dan kebutuhan audiens. Untuk langkah penggunaan yang lebih rinci, bahasannya lebih cocok dipisahkan dalam panduan keyword planner.
Gunakan Google Search Console untuk menemukan peluang dari performa situs
Jika website sudah memiliki data, buka Google Search Console dan periksa laporan Performa di hasil penelusuran. Laporan tersebut dapat membantu kamu menemukan query yang sudah menampilkan halaman website, termasuk pencarian yang mungkin belum masuk ke daftar riset awal.
Bandingkan query dengan halaman yang muncul dan isi halaman tersebut. Jika sebuah halaman sudah mendapat impresi untuk kebutuhan yang relevan tetapi belum menjawabnya dengan jelas, pertimbangkan untuk memperbarui konten. Google Analytics 4 juga dapat melengkapi pemahaman tentang interaksi pengunjung setelah mereka masuk ke website, tetapi data perilaku tidak menggantikan pemeriksaan search intent.
Bagaimana memilih, memvalidasi, dan mengelompokkan kata kunci?
Pilih keyword berdasarkan relevansi, kecocokan intent, kondisi hasil pencarian, persaingan, dan potensi bisnis, bukan volume pencarian saja. Setelah itu, kelompokkan istilah yang memiliki kebutuhan serupa dan tentukan halaman tujuan untuk setiap kelompok.
Nilai relevansi, search intent, persaingan, dan potensi bisnis
Gunakan pertanyaan berikut untuk menilai setiap kandidat keyword:
- Apakah istilah ini berhubungan langsung dengan audiens, topik, atau penawaranmu?
- Apakah halaman yang ingin dibuat sesuai dengan maksud pencari di SERP?
- Apakah hasil pencarian saat ini didominasi format yang mampu kamu buat dengan baik?
- Jika halaman menjawab kebutuhan tersebut, apakah pengunjung berpotensi melanjutkan ke langkah yang relevan bagi bisnis?
Persaingan tidak hanya berarti banyaknya website yang membahas suatu topik. Periksa kualitas dan kecocokan halaman yang muncul, kedalaman jawabannya, serta apakah kamu memiliki pengalaman atau informasi yang bisa memberi nilai tambah. Pemula dapat memulai dari kebutuhan yang lebih spesifik dan realistis untuk dijawab.

Kelompokkan keyword berdasarkan topik dan kebutuhan pencari
Keyword clustering adalah proses mengelompokkan kata kunci yang membahas topik atau kebutuhan pencari yang sama. Misalnya, beberapa variasi pertanyaan tentang dasar memilih hosting mungkin dapat dijawab dalam satu panduan, sementara pertanyaan tentang layanan hosting tertentu bisa memerlukan halaman berbeda.
Pengelompokan membantu membentuk peta konten yang terarah. Tentukan satu fokus utama untuk setiap halaman, lalu gunakan variasi terkait secara alami jika memang mendukung pembahasan. Tujuannya bukan membuat banyak halaman yang bersaing untuk kebutuhan sama.
Petakan keyword ke halaman untuk mencegah kanibalisasi
Kanibalisasi keyword terjadi saat beberapa halaman dalam website menargetkan kebutuhan pencarian yang sangat mirip dan akhirnya saling bersaing. Untuk menguranginya, catat halaman yang sudah ada sebelum membuat konten baru. Jika dua halaman menjawab intent yang sama, evaluasi apakah perlu digabung, diperjelas perbedaannya, atau diarahkan ke kebutuhan yang berbeda.
Lakukan cek keyword untuk meninjau variasi istilah, relevansi, dan konteks hasil pencarian sebelum menetapkan target. Namun, angka dari alat cek keyword bukan keputusan akhir. Panduan khusus tentang cek keyword dapat menjelaskan proses pemeriksaan lebih terperinci, sedangkan untuk artikel ini fokuslah pada penilaian dan pemetaan.
Apa output dari proses keyword research adalah?
Output dari proses keyword research adalah daftar kata kunci terkurasi, kelompok topik, search intent, prioritas, dan pemetaan keyword ke halaman atau rencana konten. Hasil tersebut sebaiknya cukup jelas untuk diteruskan ke proses penulisan, optimasi, atau pengembangan website.
Daftar keyword terpilih beserta intent dan prioritas
Jangan berhenti pada daftar panjang frasa. Tambahkan keterangan tentang audiens, tujuan pencarian, alasan memilih keyword, dan peluang yang ingin ditindaklanjuti. Catatan ini membantu kamu atau penulis memahami fungsi setiap ide.
Peta konten dan rekomendasi halaman yang akan dibuat atau diperbarui
Gunakan tabel sederhana agar hasil riset mudah dibaca dan diperbarui. Kamu dapat memakai Google Sheets atau spreadsheet lain dengan kolom berikut:
| Kolom | Isi yang dicatat |
|---|---|
| Keyword | Frasa utama dan variasi yang dipilih |
| Kelompok | Topik atau kebutuhan yang menaungi keyword |
| Intent | Informasional, komersial, atau transaksional |
| Halaman tujuan | URL yang sudah ada atau jenis halaman yang direncanakan |
| Prioritas | Urutan tindak lanjut sesuai relevansi dan tujuan bisnis |
| Catatan SERP | Format hasil pencarian dan hal yang perlu diperhatikan |
Peta ini membantu menghubungkan strategi SEO dengan pekerjaan nyata di website. Saat saya mengelola website dan SEO untuk brand di RIMBA House, riset perlu berujung pada keputusan halaman dan optimasi, bukan hanya file berisi kata-kata. Saya, Aditia Novit, berkecimpung di dunia web sejak 2017 dan sudah mengerjakan lebih dari 13 website serta plugin WordPress. Praktik tersebut mengajarkan saya bahwa rencana yang rapi tetap perlu diuji melalui isi halaman dan data performa.
Pertanyaan umum tentang riset keyword
Riset keyword membantu sebelum menulis, tetapi tidak harus menjadi pekerjaan yang rumit. Gunakan pertanyaan berikut untuk memeriksa rencana kontenmu.
Apakah riset keyword harus dilakukan sebelum menulis artikel?
Sebaiknya lakukan riset sebelum menulis agar kamu mengetahui kebutuhan pembaca, intent, dan fokus artikel. Namun, riset juga dapat dilakukan saat memperbarui tulisan lama yang belum menjawab pertanyaan dengan baik.
Apakah keyword dengan volume pencarian rendah tetap layak ditargetkan?
Layak jika keyword tersebut relevan dan menunjukkan kebutuhan yang bisa dijawab dengan baik oleh halamanmu. Nilai kecocokan audiens dan potensi bisnisnya sebelum memutuskan.
Berapa banyak keyword yang sebaiknya ditargetkan dalam satu halaman?
Tentukan satu fokus utama dan gunakan variasi yang mendukung pembahasan secara alami. Tidak ada kewajiban untuk memasukkan semua variasi ke satu halaman jika maksud pencarinya berbeda.
Seberapa sering riset keyword perlu diperbarui?
Perbarui riset ketika penawaran bisnis, kebutuhan pelanggan, hasil pencarian, atau data performa berubah. Untuk website yang sudah berjalan, tinjau query dan halaman secara berkala melalui Google Search Console.
Kalau ingin mempelajari dasar SEO lebih lanjut, kamu bisa melihat kursus seo sebagai salah satu pilihan belajar. Untuk kebutuhan eksekusi bisnis, kamu dapat mencari informasi tentang jasa seo atau konsultan seo. Jika kendalanya ada pada website, pertimbangkan kebutuhan jasa pembuatan website profesional, jasa website wordpress, atau jasa pembuatan website company profile. Pilih bantuan yang sesuai dengan masalah dan kapasitas bisnismu; DITNOV membagikan panduan berdasarkan praktik, bukan janji peringkat tertentu.
Informasi lengkapnya bisa dilihat di halaman Ditnov.com.
Poin Penting
- Riset keyword membantu memahami kebutuhan pencari, bukan hanya menghitung volume pencarian.
- Periksa SERP untuk memastikan format halaman sesuai dengan search intent.
- Kelompokkan kata kunci berdasarkan topik dan petakan ke halaman agar tidak terjadi kanibalisasi.
- Hasil riset yang siap dipakai berisi keyword, intent, prioritas, halaman tujuan, dan catatan SERP.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah keyword dengan volume pencarian rendah tetap layak digunakan?
Ya, jika kata kunci tersebut relevan dengan audiens dan menunjukkan kebutuhan yang bisa dijawab halamanmu. Pertimbangkan intent dan potensi bisnis, bukan volume saja.
Berapa banyak keyword yang sebaiknya ditargetkan dalam satu halaman?
Pilih satu fokus utama dan beberapa variasi yang mendukung topik halaman. Jumlahnya mengikuti kebutuhan pembahasan, bukan target angka tertentu.
Seberapa sering riset keyword perlu diperbarui?
Perbarui riset saat penawaran, kebutuhan audiens, hasil pencarian, atau performa halaman berubah. Gunakan data terbaru dari Google Search Console sebagai salah satu bahan evaluasi.
Apakah kata kunci yang sama bisa memiliki maksud pencarian berbeda?
Bisa, karena konteks dan kebutuhan pencari dapat berbeda meskipun frasa yang digunakan sama. Periksa hasil pencarian dan jenis halaman yang muncul sebelum menentukan target.
Apakah semua keyword harus memiliki halaman tersendiri?
Tidak, beberapa keyword yang memiliki topik dan intent serupa dapat dijawab dalam satu halaman. Buat halaman terpisah hanya jika kebutuhan pencarinya memang berbeda.




