Lompat ke konten
Belajar Website

User Experience (UX): Pengertian dan Penerapannya di Website

Aditia NovitAditia NovitDiperbarui 11 menit baca
User Experience (UX): Pengertian dan Penerapannya di Website

Jawaban Singkat

User experience adalah keseluruhan pengalaman seseorang sebelum, selama, dan setelah menggunakan website untuk mencapai tujuannya. UX mencakup kemudahan menemukan informasi, kejelasan alur, kecepatan, aksesibilitas, dan rasa percaya. Untuk memperbaikinya, pahami kebutuhan pengguna, rapikan alur, lalu uji dan evaluasi pengalaman di perangkat yang berbeda.

Ditnov.com – User experience adalah keseluruhan pengalaman seseorang sebelum, selama, dan setelah berinteraksi dengan website untuk mencapai tujuannya. Pengalaman pengguna mencakup kemudahan menemukan informasi, kejelasan alur, kecepatan, aksesibilitas, dan rasa percaya. Jadi, website yang tampak menarik belum tentu memberi UX yang baik jika pengunjung kesulitan melakukan hal yang mereka butuhkan.

Daftar Isi30 bagian

User experience adalah apa? Memahami pengalaman pengguna di website

User experience adalah kualitas pengalaman yang dirasakan pengguna saat berinteraksi dengan website, mulai dari mengenalnya hingga menyelesaikan kebutuhan. Pengalaman itu terbentuk dari banyak hal yang saling berkaitan, bukan dari satu elemen saja.

Web Hosting & Domain

Domainesia

Hosting lokal SSD NVMe mulai Rp18 ribuan, support manusia 24 jam

PT Deneva (DomaiNesia)
Sejak 2009300.000+ pelangganAkreditasi PANDIISO 27001Support 24/7Registrar domain terakreditasi PANDI · Bersertifikat ISO/IEC 27001:2022
Sangat bagus

Hosting Nimbus mulai Rp18.000/bulan, diskon hingga 50%, gratis domain & SSL

Kode referral
DITNOV
Masukkan kode ini saat daftar

Artikel ini memuat link affiliate. Kalau kamu daftar lewat link atau kode di atas, saya bisa dapat komisi tanpa biaya tambahan buat kamu. Review tetap ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.

Apa itu UX dan apa saja yang termasuk di dalamnya?

UX, singkatan dari user experience, berarti pengalaman pengguna. Dalam konteks website, UX mencakup apakah pengunjung memahami isi halaman, bisa menemukan menu yang dicari, mampu menyelesaikan tindakan, dan merasa aman saat melakukannya.

Contohnya, calon pelanggan membuka website usaha katering untuk mencari pilihan paket dan cara memesan. Jika informasi mudah ditemukan, tombol kontak jelas, halaman nyaman dibaca, dan formulir bekerja dengan baik, pengalaman pengguna terasa lebih lancar. Sebaliknya, pengunjung bisa kehilangan arah meskipun warna dan gambar website terlihat bagus.

Aspek UX yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kemudahan: pengunjung dapat melakukan hal yang dibutuhkan tanpa kebingungan.
  • Kejelasan: informasi, label menu, dan instruksi mudah dipahami.
  • Kecepatan: halaman merespons dengan baik dan tidak membuat pengguna menunggu tanpa kejelasan.
  • Aksesibilitas: konten dan kontrol website dapat digunakan oleh orang dengan kebutuhan dan cara akses yang beragam.
  • Kepercayaan: informasi bisnis tampak jelas, konsisten, dan tidak membuat pengunjung ragu memberikan data atau melanjutkan transaksi.

Mengapa user experience penting bagi pengunjung dan bisnis?

User experience penting karena website seharusnya membantu pengunjung, bukan menambah hambatan. Jika orang bisa menemukan informasi dan menyelesaikan tugas dengan nyaman, mereka punya alasan lebih kuat untuk menghubungi bisnis, membeli produk, atau kembali lagi.

UX juga membantu pemilik bisnis melihat bagian mana dari website yang belum mendukung tujuan. Ketika banyak pengunjung membuka halaman layanan tetapi tidak menemukan cara menghubungi bisnis, masalahnya mungkin ada pada kejelasan informasi atau alur tindakan, bukan semata-mata pada jumlah pengunjung.

Apa perbedaan UX dan UI?

UX membahas kualitas pengalaman pengguna secara keseluruhan, sedangkan UI membahas antarmuka yang dilihat dan digunakan pengguna. Keduanya berhubungan, tetapi bukan istilah yang sama.

UX berfokus pada pengalaman, UI berfokus pada antarmuka

UI, atau user interface, adalah bagian website yang berinteraksi langsung dengan pengguna, seperti tombol, menu, kolom formulir, ikon, dan tipografi. UX mempertimbangkan bagaimana semua bagian itu bekerja dalam perjalanan pengguna untuk menyelesaikan tujuan.

Aspek UX UI
Fokus Kualitas pengalaman dan kemudahan menyelesaikan kebutuhan Elemen antarmuka yang terlihat dan digunakan
Pertanyaan utama Apakah pengguna memahami dan berhasil menyelesaikan tugas? Apakah tombol, menu, dan elemen antarmuka jelas digunakan?
Contoh di website Alur dari halaman layanan hingga pengunjung mengirim pertanyaan terasa masuk akal Tombol kontak terlihat, memiliki label jelas, dan mudah ditekan

Bagaimana UX dan UI bekerja bersama di sebuah website?

UI yang jelas membantu mewujudkan alur UX yang baik. Misalnya, jika pengunjung perlu meminta penawaran, pengalaman akan lebih lancar ketika tombol tindakan mudah ditemukan dan formulir hanya meminta informasi yang relevan.

Sebaliknya, tampilan antarmuka yang menarik belum tentu memperbaiki UX jika tombolnya membingungkan atau pengguna tidak tahu apa yang terjadi setelah mengirim formulir. Karena itu, evaluasi keduanya bersama-sama: periksa tampilan kontrol, lalu uji apakah pengguna bisa menggunakannya untuk mencapai tujuan.

Bagaimana user experience yang baik membantu pengunjung website?

User experience yang baik membantu pengunjung menyelesaikan kebutuhan dengan lebih mudah dan memahami langkah berikutnya. Dampaknya dapat terlihat pada kemudahan penggunaan, rasa percaya, potensi konversi, dan kemungkinan orang kembali ke website.

Pengunjung lebih mudah menemukan informasi

Susunan informasi yang jelas membuat pengunjung lebih cepat memahami apa yang ditawarkan sebuah bisnis. Pemilik usaha bisa memeriksa apakah informasi penting seperti layanan, area layanan, cara memesan, dan kontak tersedia di tempat yang mudah dijangkau.

Misalnya, pengunjung yang mencari jasa perbaikan perangkat perlu memahami jenis layanan dan cara meminta bantuan. Jika informasi itu tersebar tanpa susunan yang jelas, mereka harus bekerja lebih keras untuk mencari jawaban. UX yang baik mengurangi usaha tersebut tanpa membuat janji yang tidak bisa dipenuhi bisnis.

Tampilan website yang mudah digunakan di perangkat desktop dan mobile
Ilustrasi dibuat oleh AI

Alur menuju tindakan penting terasa jelas

Alur tindakan adalah rangkaian langkah yang ditempuh pengguna untuk melakukan sesuatu, seperti menghubungi bisnis atau membeli produk. Tombol dan instruksi yang jelas membantu pengunjung mengetahui apa yang perlu dilakukan dan apa yang akan terjadi sesudahnya.

Untuk UMKM, tindakan penting bisa berupa membuka informasi layanan, mengirim pertanyaan, atau menyelesaikan pembelian. Pada WooCommerce, misalnya, pengunjung perlu memahami pilihan produk, biaya yang ditampilkan, dan langkah checkout. Kejelasan seperti ini mendukung kepercayaan, tetapi tidak otomatis menjamin penjualan.

Bagaimana cara menerapkan UX yang baik di website?

Cara menerapkan UX yang baik adalah memahami tujuan pengguna, merapikan informasi dan alur, lalu menguji website dengan pengguna. Perbaikan dapat dimulai dari satu hambatan yang paling sering ditemukan, tidak harus merombak seluruh website sekaligus.

Kenali kebutuhan dan hambatan pengguna

Mulailah dengan menuliskan tujuan pengunjung dan tujuan bisnis. Contohnya, pengunjung ingin mengetahui layanan dan mengirim pertanyaan, sementara bisnis ingin menerima pertanyaan yang sesuai. Setelah itu, periksa halaman dan langkah yang perlu dilalui untuk mempertemukan kedua kebutuhan tersebut.

Jangan hanya mengandalkan asumsi pemilik website. Amati pertanyaan yang sering disampaikan pelanggan, bagian yang membuat mereka ragu, dan titik ketika mereka berhenti melanjutkan. Catatan sederhana ini dapat menjadi dasar untuk memilih perbaikan.

Rapikan navigasi, konten, dan alur tindakan

Gunakan nama menu yang mudah dikenali dan susun informasi berdasarkan kebutuhan pengunjung. Pastikan tombol menjelaskan tindakannya, misalnya mengarah ke kontak atau menambahkan produk ke keranjang, bukan memakai label umum yang tidak memberi petunjuk.

Periksa formulir dan checkout untuk mengurangi hambatan yang tidak perlu. Jelaskan kolom yang wajib diisi, berikan pesan kesalahan yang membantu, dan pastikan pengunjung mengetahui apakah tindakannya berhasil. Perhatikan juga aksesibilitas dasar, seperti kontras teks yang memadai, label untuk kolom formulir, dan navigasi yang dapat dipahami.

Uji pengalaman di perangkat mobile dan desktop

Jangan menganggap alur yang bekerja di komputer pasti nyaman digunakan di ponsel. Coba sendiri tugas utama melalui kedua jenis perangkat, lalu minta orang lain melakukannya tanpa banyak arahan. Catat bagian yang membuat mereka berhenti, salah memilih, atau meminta penjelasan.

Perbaikan UX bisa dilakukan bertahap di WordPress, Elementor, atau WooCommerce. Mulai dari perubahan yang menyelesaikan masalah nyata, kemudian uji kembali alurnya. Saya menghindari perubahan hanya karena tampilan sedang tren jika perubahan itu tidak membantu pengguna.

  1. Tentukan satu tujuan pengguna dan satu tujuan bisnis yang ingin didukung.
  2. Telusuri halaman dan langkah yang harus dilewati pengunjung untuk mencapai tujuan itu.
  3. Catat hambatan, seperti label membingungkan, informasi yang sulit dicari, atau formulir yang tidak jelas.
  4. Perbaiki bagian yang paling mengganggu alur dan pastikan perubahan tidak menambah hambatan baru.
  5. Uji kembali alur di perangkat mobile dan desktop, lalu bandingkan hasilnya.

Bagaimana cara mengukur user experience website?

UX website dapat dievaluasi dengan menggabungkan pengujian kegunaan, masukan pengguna, data perilaku, dan indikator performa. Tidak ada satu alat atau angka yang dapat menjelaskan seluruh pengalaman pengguna secara lengkap.

Amati tugas yang berhasil atau gagal dilakukan pengguna

Pengujian kegunaan adalah pengamatan terhadap cara seseorang menggunakan website untuk menyelesaikan tugas tertentu. Berikan tugas yang jelas, seperti menemukan informasi layanan atau mengirim pertanyaan, lalu amati apakah mereka berhasil tanpa arahan berlebihan.

Tanyakan bagian mana yang terasa mudah atau membingungkan setelah pengujian. Masukan seperti “saya tidak tahu tombol ini menuju ke mana” lebih berguna untuk perbaikan daripada sekadar menanyakan apakah website terlihat bagus. Catat masalah dengan contoh halaman atau langkah yang spesifik.

Gunakan data perilaku dan performa sebagai petunjuk

Google Analytics 4 dapat membantu membaca perilaku pengunjung, misalnya halaman yang mereka kunjungi dan tindakan tertentu yang tercatat. Google Search Console membantu menemukan informasi terkait kemunculan website di Google dan masalah yang dilaporkan pada halaman. Keduanya merupakan alat bantu, bukan pengukur UX tunggal.

User Experience (UX): Pengertian dan Penerapannya di Website
Ilustrasi dibuat oleh AI

Core Web Vitals adalah sekumpulan metrik yang digunakan untuk memahami aspek pengalaman terkait pemuatan, interaktivitas, dan kestabilan visual halaman. Data performa dapat menunjukkan hal yang perlu diperiksa lebih lanjut, tetapi pengujian langsung tetap diperlukan untuk mengetahui apakah pengguna memahami isi dan alur website.

Untuk mengevaluasi perubahan, catat kondisi sebelum perbaikan dan bandingkan dengan hasil setelahnya. Periksa apakah tugas lebih mudah diselesaikan, apakah keluhan tertentu berkurang, dan apakah perubahan performa terlihat. Hindari menyimpulkan sebab-akibat hanya dari satu perubahan atau satu metrik.

Apa hubungan UX dengan SEO dan konversi?

UX mendukung SEO dan konversi dengan membantu pengunjung memahami konten dan menggunakan website, tetapi tidak menjamin peringkat pencarian atau penjualan. Relevansi informasi dan kondisi teknis website juga perlu diperhatikan.

Marketplace Backlink & Content Placement

Seedbacklink

Marketplace backlink dan content placement dengan 55.000+ media, blog, dan KOL Indonesia

PT Global Digital Seedbacklink
Rekor MURI 202555.000+ media & blog11.800+ brandMade in IndonesiaPT Global Digital Seedbacklink · Rekor MURI komunitas blogger terbesar di dunia (2025)
Sangat bagus

Kelebihan

  • 55.000+ media, KOL, dan blog yang bergabung
  • Satu platform untuk backlink, artikel sponsor, liputan media, press release, KOL, dan homeless media
  • Pembayaran lengkap: kartu kredit, PayPal, transfer bank, e-wallet, sampai Alfamart dan Indomaret

Kekurangan

  • Kualitas situs bervariasi, perlu cek DA dan trafik sendiri
  • Harga ditentukan tiap publisher, jadi gak seragam
  • Potongan 25% dari pendapatan publisher (bagi penjual)
Kode referral
6E12O

Artikel ini memuat link affiliate. Kalau kamu daftar lewat link atau kode di atas, saya bisa dapat komisi tanpa biaya tambahan buat kamu. Review tetap ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.

Pengalaman yang baik membantu pengunjung memakai konten

Konten yang tersusun jelas lebih mudah dipindai dan dipahami. Navigasi yang masuk akal juga membantu pengunjung menemukan halaman yang relevan. Hal ini membuat konten lebih berguna bagi manusia, bukan sekadar disusun untuk mesin pencari.

Dalam pekerjaan SEO, saya melihat UX sebagai bagian dari upaya membuat website bermanfaat dan mudah digunakan. SEO dan Technical SEO tetap mencakup pekerjaan lain, seperti memastikan halaman dapat diakses dan memahami kebutuhan pencarian. UX bukan pengganti riset, kualitas konten, atau pemeriksaan teknis.

UX mendukung tujuan SEO tanpa menjamin peringkat

Performa halaman, struktur informasi, dan kemudahan penggunaan dapat mendukung pengalaman pengunjung. Namun, perbaikan UX saja tidak menjamin website akan mendapat posisi tertentu di Google. Karena itu, pantau pengalaman pengguna dan perkembangan SEO secara terpisah.

Jika kamu sedang belajar desain website, perhatikan bagaimana susunan halaman mendukung tujuan pengunjung, bukan hanya penampilannya. Materi kursus seo dapat membantu memahami sisi optimasi pencarian, sedangkan jasa seo atau konsultan seo bisa menjadi pertimbangan ketika kamu memerlukan bantuan strategi. Untuk proyek dari awal, bandingkan kebutuhan bisnis sebelum memilih jasa pembuatan website profesional atau jasa website wordpress.

Saya, Aditia Novit, menulis dari pengalaman di dunia web sejak 2017, mulai dari customer service hosting, webmaster, WordPress developer, hingga SEO Specialist di RIMBA House. Di DITNOV, saya membahas praktik yang bisa diuji dan diterapkan, termasuk hal yang perlu diperbaiki ketika pendekatan awal belum membantu pengguna.

Pertanyaan umum tentang user experience

UX berlaku untuk berbagai jenis website, dan perbaikannya bisa dimulai dengan mengamati pengguna. Pemilik bisnis dapat menguji alur utama tanpa harus menunggu website memiliki fitur yang kompleks.

Apakah UX hanya berlaku untuk website besar?

Tidak, UX juga penting untuk website UMKM dan website sederhana. Pengunjung tetap perlu menemukan informasi, memahami layanan, dan melakukan tindakan dengan jelas, apa pun ukuran bisnisnya.

Siapa yang bertanggung jawab memperbaiki UX website?

Perbaikan UX dapat melibatkan pemilik bisnis, desainer, developer, dan praktisi SEO. Pemilik bisnis memahami kebutuhan pelanggan, sedangkan anggota tim lain membantu memeriksa alur, antarmuka, konten, dan aspek teknis.

Apa langkah pertama untuk meningkatkan pengalaman pengguna?

Mulailah dengan mengamati kebutuhan pengguna dan menguji alur utama, seperti mencari layanan atau menghubungi bisnis. Sudut pandang praktis saya di DITNOV berasal dari pengalaman kerja di bidang web sejak 2017, tetapi kebutuhan setiap website tetap perlu diuji langsung.

Jadi, user experience adalah pengalaman menyeluruh yang dirasakan pengunjung saat menggunakan website, bukan sekadar kesan visual. Pahami tujuan pengguna, rapikan alur, dan uji perubahan secara bertahap agar kamu mengetahui bagian mana yang benar-benar membantu.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di halaman Ditnov.com.

Poin Penting

  • UX mencakup seluruh interaksi pengguna dengan website, bukan hanya tampilan visualnya.
  • UX berfokus pada kualitas pengalaman, sedangkan UI adalah antarmuka yang dilihat dan digunakan pengunjung.
  • Perbaikan UX dimulai dengan memahami tujuan pengguna, menyederhanakan alur, dan menguji website di berbagai perangkat.
  • Pengujian kegunaan, masukan pengguna, data analitik, dan Core Web Vitals dapat membantu menemukan masalah UX.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu user experience atau UX?

User experience adalah keseluruhan pengalaman seseorang ketika berinteraksi dengan produk atau website. Pengalaman itu mencakup kemudahan, kejelasan, kecepatan, aksesibilitas, dan rasa percaya.

Apa perbedaan UX dan UI?

UX berfokus pada kualitas perjalanan dan interaksi pengguna, sedangkan UI berfokus pada elemen antarmuka yang terlihat dan digunakan. Keduanya perlu bekerja bersama agar website mudah digunakan.

Apakah UX hanya penting untuk website e-commerce?

Tidak, UX juga penting untuk website UMKM, portofolio, dan website layanan. Setiap website perlu membantu pengunjung menemukan informasi atau menyelesaikan tindakan dengan jelas.

Apakah pengalaman pengguna berpengaruh pada SEO?

UX dapat mendukung pengalaman pengunjung dan membantu mereka menggunakan konten dengan nyaman, tetapi tidak menjamin peringkat di hasil pencarian. SEO juga melibatkan relevansi konten, aspek teknis, dan faktor lainnya.

Siapa yang bertanggung jawab memperbaiki UX website?

Perbaikan UX dapat melibatkan pemilik bisnis, desainer, developer, dan praktisi SEO. Langkah awalnya adalah mengamati kebutuhan pengguna dan menguji alur utama website.

Referensi

  1. Web Vitals
  2. Page experience in Google Search
  3. Google Analytics 4

Bagikan artikel ini

Ditulis oleh

SEO Specialist & WordPress Developer

Bukan si paling ahli, hanya berbagi pengalaman. Sehari-hari ngurus SEO, website WordPress, dan iklan Google Ads, sambil belajar kelola keuangan dan investasi.

Kenalan lebih jauh

Dapatkan artikel & promo terbaru

Tips SEO, website, dan info produk/kursus baru langsung ke email. Gratis, berhenti kapan saja.

Tanpa spam. Satu klik untuk berhenti berlangganan.